News

AS Pertimbangkan Penempatan Permanen CIA di Venezuela

Washington (KABARIN) - Pemerintahan AS lagi mempertimbangkan untuk menempatkan CIA secara permanen di Venezuela setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap.

CNN melaporkan bahwa Departemen Luar Negeri bakal jadi wakil diplomatik utama, tapi CIA kemungkinan besar bakal jadi pihak yang lebih aktif buat mulai masuk dan memantau situasi politik dan keamanan di sana.

“Negaralah yang menancapkan bendera, tetapi CIA yang benar-benar memiliki pengaruh,” kata salah satu sumber yang dikutip.

Dalam waktu dekat, para pejabat AS bisa aja mulai kerja dari kantor cabang CIA sebelum kedutaan resmi dibuka. Tujuannya supaya bisa mulai ngobrol santai dengan berbagai faksi politik dan memantau pihak ketiga yang mungkin jadi ancaman.

Sebelumnya Direktur CIA John Ratcliffe sempat ke Venezuela buat ketemu Delcy Rodriguez dan pemimpin militer setempat. Dia bilang Venezuela nggak boleh lagi jadi “tempat perlindungan yang aman” buat musuh-musuh AS.

Agen CIA juga dilaporkan terlibat dalam operasi yang menargetkan Maduro. Mereka sudah beberapa bulan sebelumnya berada di Venezuela buat memantau pergerakannya. Penilaian intelijen CIA ini juga ikut mempengaruhi keputusan AS soal kepemimpinan pasca-Maduro.

Meski begitu, pejabat AS masih nunggu arahan jelas dari Gedung Putih tentang gimana cara “mengelola” Venezuela setelah Maduro ditangkap.

Pewarta: Xinhua
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: